top of page

6 Langkah Membuat Desain Infografis yang Efektif

  • Gambar penulis: Poligrabs Infographic
    Poligrabs Infographic
  • 5 Jan
  • 3 menit membaca

Membuat infografis yang efektif memerlukan pendekatan yang sistematis dan terstruktur. Infografis adalah alat komunikasi visual yang menggabungkan data dan informasi dalam bentuk grafis yang mudah dipahami. Dalam konteks organisasi besar seperti BUMN, pemerintah, LSM, dan organisasi diplomatik, infografis dapat menjadi media penting untuk menyampaikan pesan secara jelas dan menarik. Artikel ini akan membagikan langkah-langkah praktis yang dapat diikuti untuk menghasilkan infografis yang efektif dan profesional.


Memahami Tujuan dan Audiens dalam Cara Desain Infografis


Langkah pertama dalam proses pembuatan infografis adalah memahami tujuan pembuatan dan siapa audiens yang akan menerima informasi tersebut. Tujuan ini akan menentukan gaya, isi, dan kompleksitas infografis yang akan dibuat.


  • Tentukan pesan utama yang ingin disampaikan. Misalnya, apakah infografis bertujuan untuk edukasi, laporan, atau promosi.

  • Kenali audiens secara spesifik. Apakah mereka pejabat pemerintah, staf BUMN, atau masyarakat umum? Ini akan mempengaruhi bahasa dan visual yang digunakan.

  • Pilih data yang relevan dan dapat dipercaya. Data harus akurat dan berasal dari sumber resmi untuk menjaga kredibilitas.


Contoh: Jika infografis dibuat untuk laporan tahunan BUMN, fokus pada data keuangan dan capaian kinerja yang mudah dipahami oleh pemangku kepentingan.


Eye-level view of a person analyzing charts on a desk
Memahami tujuan dan audiens dalam pembuatan infografis

Langkah-Langkah Cara Desain Infografis yang Sistematis


Setelah memahami tujuan dan audiens, kita lanjutkan ke tahap desain dengan langkah-langkah berikut:


  1. Riset dan Kumpulkan Data

    Data harus lengkap dan relevan. Gunakan sumber resmi seperti laporan pemerintah, data statistik nasional, atau hasil survei terpercaya.


  2. Buat Kerangka Infografis

    Susun alur informasi secara logis. Mulai dari pengenalan, isi utama, hingga kesimpulan atau ajakan bertindak (call to action).


  3. Pilih Template dan Warna yang Sesuai

    Gunakan warna yang konsisten dengan identitas organisasi. Warna harus kontras agar informasi mudah dibaca.


  4. Gunakan Tipografi yang Jelas

    Pilih font yang mudah dibaca dan profesional. Hindari penggunaan lebih dari dua jenis font.


  5. Tambahkan Visual Pendukung

    Gunakan ikon, grafik, dan ilustrasi yang relevan untuk memperkuat pesan.


  6. Review dan Revisi

    Periksa kembali data dan tata letak. Pastikan tidak ada kesalahan dan infografis mudah dipahami.


Contoh: Dalam infografis tentang program sosial pemerintah, gunakan ikon yang menggambarkan masyarakat dan grafik batang untuk menunjukkan peningkatan capaian.


Apakah Canva dapat mendesain infografis?


Canva adalah salah satu platform desain grafis yang populer dan mudah digunakan, terutama untuk membuat infografis. Platform ini menyediakan berbagai template yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.


  • Kelebihan Canva:

- Antarmuka yang intuitif dan ramah pengguna.

- Banyak pilihan template profesional yang siap pakai.

- Fitur drag-and-drop memudahkan penempatan elemen desain.

- Tersedia versi gratis dan berbayar dengan fitur tambahan.


  • Keterbatasan Canva:

- Kustomisasi mendalam terkadang terbatas dibandingkan software desain profesional.

- Ketergantungan pada koneksi internet.


Untuk organisasi besar, Canva dapat menjadi solusi cepat dan efisien dalam membuat infografis yang menarik tanpa memerlukan keahlian desain tingkat tinggi.


Close-up view of a computer screen showing Canva interface
Penggunaan Canva untuk mendesain infografis

Tips Memaksimalkan Efektivitas Infografis


Agar infografis yang dibuat benar-benar efektif, kami menyarankan beberapa tips berikut:


  • Sederhanakan Informasi

Hindari menumpuk data yang berlebihan. Fokus pada poin-poin penting yang ingin disampaikan.


  • Gunakan Visual yang Konsisten

Pastikan semua elemen visual memiliki gaya yang seragam agar infografis terlihat profesional.


  • Perhatikan Hierarki Informasi

Gunakan ukuran font dan warna untuk menandai informasi utama dan pendukung.


  • Uji Coba dengan Audiens

Sebelum dipublikasikan, lakukan uji coba untuk memastikan pesan tersampaikan dengan jelas.


  • Optimalkan untuk Media Digital dan Cetak

Sesuaikan resolusi dan format file agar infografis dapat digunakan di berbagai platform.


Contoh: Dalam infografis tentang kebijakan publik, gunakan diagram alur untuk menjelaskan proses secara bertahap sehingga mudah diikuti.


Implementasi dan Distribusi Infografis dalam Organisasi


Setelah infografis selesai dibuat, tahap berikutnya adalah implementasi dan distribusi. Ini penting agar pesan yang telah dirancang dapat menjangkau audiens secara efektif.


  • Pilih Saluran Distribusi yang Tepat

Misalnya, website resmi, media sosial, laporan tahunan, atau presentasi resmi.


  • Sesuaikan Format dengan Media

Gunakan format PDF untuk dokumen cetak dan PNG/JPEG untuk media digital.


  • Pantau Respon dan Evaluasi

Kumpulkan feedback dari audiens untuk perbaikan infografis berikutnya.


  • Integrasikan dengan Strategi Komunikasi

Infografis harus menjadi bagian dari strategi komunikasi yang lebih luas agar pesan organisasi konsisten.


Dengan langkah ini, infografis tidak hanya menjadi alat visual, tetapi juga bagian dari komunikasi strategis yang mendukung tujuan organisasi.



Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kami yakin proses pembuatan desain infografis dapat berjalan efektif dan menghasilkan karya yang profesional. Infografis yang baik akan membantu organisasi menyampaikan pesan dengan jelas dan menarik, sehingga meningkatkan pemahaman dan keterlibatan audiens.

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bottom of page