• Rolip Saptamaji

Konten visual untuk komunikasi kesehatan ditengah pandemi COVID-19

Updated: Feb 10



Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak januari 2020 (maret 2020 di Indonesia) memaksa kita membatasi interaksi dan memberikan peran penting bagi perangkat digital untuk menjadi medium komunikasi. Saat ini, semua interaksi tanpa terkecuali membutuhkan perantara perangkat digital mulai dari aktivitas keseharian hingga pekerjaan. Berbagai informasi dikirimkan dan diterima melalui perangkat digital, dan satu hal yang perlu diamati bahwa semua kebanyakan informasi digital selalu dikemas dalam bentuk visual.

Tidak semua produk desain cocok untuk semua platform atau media yang dipilih.

Dalam komunikasi kesehatan, penggunaan media visual bukanlah hal yang baru. Tapi dalam praktek komunikasi kesehatan publik penggunaan visual jadi tuntutan yang massif. Organisasi kesehatan dunia seperti WHO mengakui bahwa pesan yang dikemas secara visual membuat informasi mudah diterima dan menjangkau publik yang lebih luas dengan beragam tingkat literasi dan edukasi. Keunggulan visualisasi dalam komunikasi kesehatan adalah:

Ketiga keunggulan tersebut dapat diadaptasikan melalui beberapa produk desain komunikasi visual berikut:

Keempat produk desain tersebut tentunya dipilih berdasarkan tujuan komunikasi yang ingin dicapai oleh komunikator dalam komunikasi kesehatan publik. Tidak semua produk desain cocok untuk semua platform atau media yang dipilih. Maka, sebelum menentukan produk desain komunikasi visual apa yang akan diproduksi sebagai media komunikasi, penting untuk menyelaraskannya dengan tujuan komunikasi dan platform media yang akan digunakan. Oleh karena itu dalam perancangan komunikasi visual untuk kesehatan publik kita harus tetap mengacu pada 6 prinsip komunikasi kesehatan.