• Rolip Saptamaji

Narasi Visual Tunda Mudik Kala Pandemik



Pada bulan April 2020 lalu, kami merancang sebuah motion graphic/animasi untuk Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Video berjudul “Tunda Mudik Kala Pandemik” ini merupakan bagian dari kampanye himbauan kepada masyarakat untuk menunda mudik lebaran 2020 karena kondisi pandemi yang terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Video animasi/ motion graphic menjadi pilihan utama untuk memulai kampanye tersebut karena mampu membawakan pesan secara persuasif dan menyentuh hati penontonnya.


Video Tunda Mudik Kala Pandemik, sangat berbeda dengan kebanyakan video explainer yang kami rancang sebelumnya. Pada video explainer metode narasi visual yang digunakan biasanya sangat eksplanatif dengan poin-poin yang jelas menyorot pesan-pesan utama. Metode eksplanatif ini mengandalkan impresi untuk memulai edukasi pada penonton, tentunya tidak dibutuhkan ikatan emosional pada narasi eksplanatif karena output yang diharapkan adalah injeksi pemahaman baru pada penonton.



Video Tunda Mudik Kala Pandemik menggunakan pendekatan yang mirip dengan iklan layanan masyarakat yang memiliki alur formal dalam tiga babak yaitu pembuka cerita, konflik dan diakhiri dengan resolusi atau kesimpulan. Pendekatan ini digunakan untuk membangun ikatan emosional dengan penontonnya tanpa mengurangi urgensi himbauan. Pendekatan tersebut diwujudkan mulai dari proses penulisan naskah, ilustrasi, gerakan dan transisi hingga pemilihan musik latar dan efek suara.


Narasi visual pada motion graphic biasanya disusun berdasarkan sekuensi gerakan yang merepresentasikan narasi sulih suara. Pada video Tunda Mudik Kala Pandemik, narasi visual disusun berdasarkan sekuensi peristiwa yang dihubungkan dengan transisi animasi. Perubahan ini dilakukan untuk menambah efek dramatis pada video yang tidak hanya mengandalkan perubahan gerak, tapi juga perubahan pencahayaan dan sudut kamera.Kebutuhan video himbauan yang tidak hanya menyentuh sisi emosional tapi juga meyakinkan secara rasional. Sehingga, visualisasi data perlu dimasukkan sebagai variabel grafis dalam narasi visual tanpa diucapkan ulang pada naskah sulih suara.


Video animasi yang menggunakan sulih suara memiliki potensi lebih besar untuk mendukung narasi visual menciptakan suasana yang mampu menyentuh hati penonton. Kuncinya terletak pada teknik pembacaan naskah. Pada video eksplanasi, naskah biasanya dibacakan dengan intonasi yang jelas dan berurutan. Penekanan hanya dilakukan pada kalimat ajakan atau slogan pada akhir video. Namun, pada video Tunda Mudik Kala Pandemik, naskah dibacakan dengan teknik dramatic reading, yaitu narator membaca naskah sambil mengimajinasikan latar, memahami karakter tokoh dan muatan emosi pada dialognya. Intonasi pada pembacaan naskah dengan teknik ini perlu mengikuti naik turunnya emosi karakter dan latar untuk menambahkan efek dramatis pada suasana yang diciptakan.



Video Tunda Mudik Kala Pandemik yang dipublikasikan tepat pada waktu dimulainya arus mudik ini mendapatkan respon yang sangat baik dari publik dan lembaga publik lainnya. Selain karena dipublikasikan pada saat yang tepat, efektivitas video ini membawa pesan himbauan yang menyentuh hati juga mampu memberikan alasan rasional yang tepat untuk menunda mudik. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa motion graphic mampu mengadopsi berbagai pendekatan narasi visual dan mampu membawakan pesan secara persuasif secara emosional.