• Rolip Saptamaji

Repetisi, sekali lagi repetisi


repetisi sekali lagi repetisi cover
Poligrabs Illustration Tahu bulat truck

Anda pasti familiar dengan lagu yang diputar di mobil penjual tahu bulat keliling diatas. Mau tidak mau, suka tidak suka, anda akan mendengarkannya karena lagu ini diputar dengan volume yang cukup keras dan berulang. Hasilnya, mungkin kamu bukan hanya ingat lagu ini tapi juga ingin membeli tahu bulat yang gurih-gurih enyoy.


Dalam kasus ini, penjual tahu bulat menggunakan strategi repetisi yang biasa digunakan dalam kampanye. Bukan hanya melalui suara, repetisi juga bisa dilakukan melalui berbagai media visual dan audio visual. Hal ini juga yang menyebabkan kamu familiar terhadap iklan produk yang sedang melakukan promosi, ataupun calon politisi yang sedang ikut mencalonkan diri pada pemilihan.


Dalam periklanan dan kampanye, pendekatan yang digunakan di atas disebut sebagai strategi repetisi. Strategi ini mungkin salah satu strategi yang paling umum digunakan dalam periklanan. Strategi repetisi merujuk pada jumlah pengulangan pesan yang harus diterima oleh seseorang hingga orang tersebut dapat mengingat pesan yang disampaikan.

Dalam strategi periklanan, setidaknya terdapat beberapa respon yang diharapkan melalui, yaitu:


Strategi repetisi dapat diterapkan bersamaan dengan pendekatan rasional maupun pendekatan emosional dalam kampanye. Dalam konteks perancangan, strategi repetisi memerlukan titik sorot sebagai konten utama yang diulang. Titik sorot ini dapat berupa jingle,slogan, focal point dalam pendekatan visual ataupun kombinasi dari ketiganya.


Tahu Bulat truck

Strategi repetisi tidak akan berdampak baik jika tidak dikemas dengan baik. Bahkan banyak studi yang menunjukkan bahwa repetisi malah gagal mempengaruhi audience dan dalam kondisi tertentu malah merusak citra pesan. Perancang konten harus ekstra hati-hati dalam menjalankan strategi ini, terutama dalam desain, penentuan media yang akan digunakan, penjadwalan dan anggaran.